Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jangan Sembarangan Memberi Teguran pada Anak. Ikuti Tips Ini Ya Bun!

cara memberi teguran dan nasehat yang baik pada anak

Untuk bunda dan ayah, pastinya seringkali kesabarannya di uji dengan sikap dan perilaku si kecil yang terkadang di luar batas.

Apabila hal ini terjadi, maka ayah dan bunda perlu mengoreksi perilaku anak dengan cara memberikan teguran dan nasihat pada anak.

Nasihat dan teguran yang di berikan bukan berarti harus dengan cara yang kasar / galak, suara keras, dan lain sebagainya.

Namun, nasehat dan teguran dapat menjadi salah satu cara mengarahkan perilaku si kecil bisa lebih baik, kalau dibarengi dengan komunikasi yang efektif.

Ketika memberi nasehat pada si kecil, ayah maupun bunda juga harus berhati-hati. Jangan sampai ayah dan bunda memberi teguran yang justru membuat anak menjadi tertekan sehingga merusak hubungan orangtua dan anaknya.

Di bawah ini ada beberapa hal yang ayah dan bunda perlu ketahui dan perhatikan saat memberi teguran kepada si kecil.

Baca juga : Tips Memilih Sabun Bayi Yang Aman Untuk Kulit. Jangan Salah Pilih Bunda!

Cara yang baik memberi teguran dan nasehat kepada anak.


1. Jangan menegur anak di Tempat Umum


Seringkali saya melihat orang tua yang memarahi anaknya di tempat umum, hal ini bukannya membuat anak menjadi lebih baik, tapi justru membuat anak menjadi takut dan kadang memberontak. anak yang dimarahi di tempat umum juga biasanya akan menangis lebih histeris.

Saat anak membuat kesalahan di tempat umum, sebaiknya ayah maupun bunda mengajak si anak ke tempat yang lebih sepi. Lalu ajaklah si kecil berbicara dan berilah dia nasihat kalau hal yang dia lakukan ialah perbuatan yang tidak baik.

Dengan mengajak dia ke tempat yang lebih sepi, si anak tidak akan melakukan “drama” untuk menarik perhatian orang lain. Si anak juga akan lebih fokus mendengarkan apa yang ayah dan bunda katakan.

Selain membuat anak menangis di tempat umum, menegur si kecil di tempat umum juga akan merendahkan harga diri si kecil, yang akibatnya anak akan merasa di buat malu dan membuat dia tidak percaya diri. Relasi anak dengan orangtua juga bisa menjadi rusak karena hal ini.

2. Ambil Waktu Time Out


Ketika ayah dan bunda sedang merasa sangat emosi, nggak ada salahnya ayah dan bunda mengambil waktu time out sejenak sebelum mulai bicara dengan anak. Ayah dan bunda bisa Titipkan anak pada orang terdekat selama beberapa menit dan menyingkirlah sebentar untuk membuat diri lebih tenang.

Dinginkan pikiran ayah dan bunda supaya tidak mengucapkan kata-kata menyakitkan kepada si kecil saat menegurnya.

Kalau sudah merasa lebih tenang, coba bicara pada anak dengan tenang. Jaga supaya intonasi suara tidak meninggi guna menghindari masalah yang lebih besar.

3. Mengajak Anak Untuk Berdiskusi


Saat anak-anak merasa orang tuanya tidak bisa memahami mereka, maka meraka akan menjadi lebih mudah marah.

Saat memberi nasehat untuk anak, ayah dan bunda bisa mengajak si kecil berdiskusi untuk menemukan solusi yang lebih baik dan memahami sudut pandang anak. Beritahu kepada si kecil mengenai perbuatannya yang kurang baik dan tidak di sukai oleh ayah dan bunda. Beritahu juga hal apa yang ayah dan bunda harapkan dari mereka. Setelah itu, beri kesempatan kepada si kecil untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan dan hal apa yang akan si kecil lakukan supaya kedepannya dia tidak melakukan kesalahan yang sama.
 
Membuka ruang diskusi ketika menasihati anak akan membuatnya bisa lebih terbuka mengungkapkan isi hati dan pikirannya.

Anak juga tidak akan merasa dihakimi, namun akan merasa mendapatkan solusi dari ayah bundanya.

4. Tekankan pada Perilaku  Si Anak


Saat memberi teguran pada anak, ayah dan bunda pastikan menekankan pada perilakunya. Katakan pada anak kalau ayah dan bunda menyayanginya. Tetapi ayah dan bunda tidak setuju dengan perbuatan dia yang tidak baik. Pastikan juga supaya si kecil memahami jika ketika ayah dan bunda marai, bukan berarti ayah dan bunda tidak menyayangi  mereka. Justru ayah dan bunda menasihatinya karena merasa peduli dan sangat meyayangi dia.

Ketika si kecil sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya, hindari juga untuk kembali mengungkit-ungkit kesalahannya. Mengungkit-ungkit kesalahan si kecil hanya akan membuat si kecil sakit hati dan susah untuk mendengarkan nasihat ayah dan bunda di kemudian hari.

5. Hilangkan Rasa Bersalah


Setelah memberi teguran atau memberi nasehat pada anak, tidak sedikit orang tua yang akhirnya merasa bersalah. Akhirnya orang tua justru malah menjadi tidak konsisten dengan kata-katanya dan seakan-akan hanya memberi “gertakan sambal”. Hal ini justru akan membuat si kecil menjadi bingung. Dampaknya, anak bisa saja tidak mau lagi menurut pada nasihat ayah dan bunda.

Selama nasehat dan teguran itu di tujukan untuk kebaikan si kecil dengan cara yang tepat dan tidak melibatkan pukulan (main fisik), ayah dan bunda tidak perlu merasa bersalah. Karena, dengan membiarkan dan tidak menasehati mereka atas perbuatannya yang tidak baik, justru akan membuat anak tumbuh menjadi anak dengan kepribadian yang tidak baik juga.

Nah, itu tadi beberapa hal yang bisa ayah dan bunda lakukan saat akan memberi nasihat dan teguran untuk anak. Memberi teguran dan nasehat dengan cara yang tepat, dapat membantu anak lebih disiplin dan menunjukkan perilaku yang lebih baik.

indah prihatin
indah prihatin Halo saya indah prihatin. Saya seorang ibu rumah tangga yang saat ini sudah di karuniai dua anak (lagi proses yang ketiga:)) (UPDATE, SUDAH LAHIR) keseharian saya mengurus anak-anak, mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan menulis (jika ada waktu luang) . Saya bukanlah penulis hebat yang memiliki banyak koleksi buku, tapi hanyalah seorang pemula yang ingin belajar menulis dan ingin berbagi pengalaman. Semoga kalian semua bisa mendapatkan sesuatu yang bermanfaat di blog ini.

Post a Comment for "Jangan Sembarangan Memberi Teguran pada Anak. Ikuti Tips Ini Ya Bun! "